Prinsip kerja heat detectors di kapal

Heat detectors for ship

Marine heat detectors
Marine heat detectors

Untuk mengetahui apa itu detector panas, berikut adalah pengertian detector panas. Detector panas adalah jenis detector yang memiliki dua jenis elemen logam yang dapat mendeteksi (terdiri dari dua strip tebal dan strip tipis). Strip tipis lebih sensitif terhadap adanya kenaikan suhu daripada trip yang tebal. Jika tedapat kenaikan suhu yang mendadak, maka yang strip yang tipis lebih cepat merespon daripada strip yang tebal, kedua strip tersebut dapat bersentuhan satu dengan yang lain. Selama adanya kenaikan suhu normal kedua strip akan mengalami defleksi yang sama dan dengan demikian tidak menunjukkan adanya sentuhan dan reaksi. Biasanya jika laju kenaikan kurang dari 10oC dalam waktu setengah jam, detektor tidak aka memberikan alarm. Tetapi jika tingkat naik sampai 75oC atau lebih, dua strip akan bersentuhan karena defleksi, sehingga memicu adanya alarm.

Marine heat detectors
Marine heat detectors

Sebuah sirkuit heat detector sederhana ditunjukkan pada gambar diatas ini. Pada gambar, dapat dilihat sirkuit pembagi potensial dihubungkan dengan serangkaian termistor dan resistor dengan kuat arus sebesar 100 Ohms. Jika NTC (negative temperatur coefficient)  yang digunakan adalah tipe termistor, maka resistensi dari termistor akan menurun setelah mengalami pemanasan. Dengan demikian, lebih banyak arus mengalir melalui rangkaian pembagi potensial yang dibentuk oleh termistor. Oleh karena itu, tegangan lebih banyak ada diantara termistor dan resistor. Mari perhatikan thermistor 110 Ohm yang mengalami penurunan menjadi 90 ohm setelah pemanasan. Kemudian, sesuai potensi rangkaian terhadap konsep meresap yaitu pembagi tegangan. tegangan satu resistor dan rasio nilai resistor serta jumlah resistensi apabila dikali dengan tegangan kombinasi seri adalah sama. Sirkuit heat detector dirancang menggunakan termistor, tidak hanya menggunakan transistor dan buzzer, namun juga dapat menggunakan SCR dan LED. SCR terhubung secara seri dengan LED.

LED digunakan sebagai elemen peringatan. RED-LED terhubung dalam rangkaian yang diaktifkan untuk menunjukkan perubahan signifikan pada panas yang kemudian akan dirasakan oleh termistor. Umumnya, termistor menawarkan ketahanan yang sangat tinggi yaitu kurang lebih 100KΩ pada suhu kamar. Karena resistensi yang sangat tinggi, praktis tidak ada arus yang akan mengalir. Oleh karena itu, tidak ada denyut pemicu yang dapat diberikan ke gerbang terminal SCR. Namun,  jika sejumlah besar panas dirasakan oleh termistor, maka resistensi dari termistor akan berkurang secara signifikan. Dengan demikian, arus yang cukup akan mengalir melalui sirkuit dan gerbang terminal SCR. Oleh karena itu, LED dihubungkan secara seri dengan SCR sebagai peringatan yang menunjukkan perubahan panas.

Contoh aplikasi praktis dari heat detector adalah Alat Pemadam kebakaran yang dikendalikan menggunakan pemancar RF dan penerima RF. Rangkaian ini terdiri dari detektor panas (termistor) yang terhubung ke mikrokontroler dari blok receiver yang dihubungkan dengan motor driver. Di bawah suhu kamar, heat detector tidak akan memberikan sinyal ke mikrokontroler sehingga pompa tetap off. Saat heat detector mendeteksi perubahan panas yang cukup besar maka ia akan mengirimkan sinyal ke mikrokontroler. Selanjutnya, mikrokontroler mengirimkan sinyal ke pompa melalui relay untuk mengaktifkan dan memadamkan api (jika ada). Dengan demikian, heat detector dapat menjadi solusi untuk menanggulangi kejadian kebakaran.

 

About Indonesia Marine Equipment 857 Articles
INAMEQ is provide all marine product (equipment and sparepart) and news about marine product to help procurement team at shipping industry, ship contractor, port contractor and oil gas company finding competitive price to directly connect with manufacturer and authorized local and international.

Be the first to comment

Leave a Reply