author

Indonesia Marine Equipment

INAMEQ is provide all marine product (equipment and sparepart) and news about marine product to help procurement team at shipping industry, ship contractor, port contractor and oil gas company finding competitive price to directly connect with manufacturer and authorized local and international.

Studi Penerapan Kebijakan Subsidi Bunga pada Galangan Kapal untuk Pembangunan Kapal Ikan 30 GT

Studi Penerapan Kebijakan Subsidi Bunga pada Galangan Kapal untuk Pembangunan Kapal Ikan 30 GT Miftakhul Riza Risqi Fauzi, Sri Rejeki Wahyu Pribadi, dan Soejitno Jurusan Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: sri-rejeki@na.its.ac.id Abstrak Permasalahan galangan kapal dalam melakukan pembangunan kapal ikan adalah tidak […]

Prosedur perawatan dan perbaikan kapal kayu

Prosedur Kegiatan Perawatan dan Perbaikan Kapal Kayu 1. Prosedur yang dilakukan pada dasarnya tidak terlalu rumit dan birokratis. Setelah ada surat pengantar dari syahbandar (atau hal tersebut bisa dibantu oleh pihak galangan) dan setelah terjadi kesepakatan bersama maka proses perbaikan kapal dimulai. 2. Prosedur pertama dilakukan adalah memberitahukan kepada pihak galangan mengenai keinginan pemilik dalam […]

Penempatan dan penataan mesin kapal

Pemasangan dan Penataan Mesin Kapal Pemasangan dan penataan pada mesin-mesin di darat sangat simpel dan sederhana. Buat pondasi mesin yang kokoh, rata, pasang engine mounting untuk perendam getar, bila mesin beroperasi. Install, cooling system, exhause gas system, On / Off system, memakai angin penjalan atau battery. Allignment dengan kebutuhan pemakaian, apakah untuk pembangkit atau lainnya, selesai sudah. Pada saat pembangunan […]

Operasional mesin diesel kapal

Operasional Mesin Diesel Kapal Selama pengoperasiannya ( Engine running ), mesin diesel darat hanya mendapat getaran dari mesin itu sendiri ( internal vibration ), tidak pernah menerima getaran dari luar ( external vibration ), kecuali bila terjadi gempa bumi. Tidak demikian halnya dengan Marine engine, selain mendapat getaran mesin itu sendiri, mesin – mesin diesel kapal […]

Material mesin diesel kapal

Material Mesin Diesel Kapal Material mesin diesel kapal ( Marine engine ) dibuat lebih tangguh dari pada mesin – mesin yang ada didarat, agar tidak mudah mengalami kerusakan / keropos bila bersinggungan dengan air laut yang mempunyai kadar garam sangat tinggi dan mengandung unsur – unsur mineral dan biota laut perusak lainnya. Untuk mengantisipasi terjadinya […]

Sifat kekentalan marine fuel oil

Kekentalan Marine Fuel Oil Kekentalan Marine fuel oil merupakan indikasi mudah tidaknya fuel tersebut dipompakan. Kekentalan erat hubungannya dengan kemudahan saat penyaluran dengan pipa maupun saat dipakai pada burner. Pengujian sifat kekentalan dilakukan dengan pengujian viscosity kinematic at 50oC berdasarkan ASTM D 445 dan pengujian pour point berdasarkan ASTM D 97. Read More : Sifat […]

Sifat korosifitas marine fuel oil

Sifat Korosifitas Sifat korosifitas erat hubungannya pada saat pembakaran, karena kandungan sulfur yang ada diubah menjadi oksidanya, dan dengan adanya air akan mengembun menjadi asam. Dan asam yang terbentuk tersebut akan dapat menyebabkan korosif pada mesin pembakaran. Pengaruh kandungan sulfur dalam bahan bakar menyebabkan pencemaran udara (gas sulfur dioksida adalah gas yang berbau rangsang) dan […]

Sifat kebersihan marine fuel oil

Sifat Kebersihan Marine Fuel Oil Sering kali pada saat proses pengolahan suatu bahan bakar dapat terjadi kontaminasi dari suatu zat lain. Kontaminasi fuel oil dengan zat lain tersebut yang terjadi akan mempengaruhi mutu dari fuel oil. Kontaminasi tersebut dapat berasal dari kadar karbon dan juga air. Pengaruh dari tingginya kadar kontaminasi arang/karbon dan sediment mengakibatkan […]

Sifat kestabilan marine fuel oil

Kestabilan Marine Fuel Oil Minyak bakar dibuat dengan cara blending dari bermacam-macam komponen dalam proporsi tertentu, campurannya harus betul-betul homogen. Dengan homogennya campuran akan menghasilkan nilai kalori yang maksimal dan stabil. Bila campuran tidak homogen, karena terjadi penggumpalan, maka kestabilan pembakaran akan terganggu sehingga efisiensinya menurun. Hal ini disebabkan karena adanya hidrokarbon tidak jenuh yang […]