Sistem Operasional ROV (Remotely Operated Vehicle)

1
32
Operational ROV (Remotely Operated Vehicle) System
Operational ROV (Remotely Operated Vehicle) System

ROV (Remotely Operated Vehicles) adalah merupakan merupakan alat semacam robot untuk melakukan pencarian bawah laut  yang dilengkapi sonar dan kamera. ROV memiliki kemampuan mengamati benda di lautan dan dikendalikan dengan remote control secara langsung dari atas permukan air.

Sistem operasional ROV (Remotely Operated Vehicle) menurut Hydrovision lnc. terdiri dari :

  • Free Swimming System.
  • Tether Management System
    • Garage TMS
    • TopHat TMS

1. Free Swimming System.

Sistem operasional ROV yang menggunakan kabel sebagai alat penghubung langsung antara ROV dengan ruang kontrol yang ada dipermukaan laut tanpa adanya sistem tambahan diantara keduanya. Sistern ini adalah sistem operasional yang paling rnurah dan paling minim peralatan untuk menunjang operasional ROV. Berdasarkan hasil penelitian dari Hidrovision Inc. sistem Free Swimming sangat cocok untuk operasional di perairan dangkal hingga kedalaman 600 m. Untuk kedalaman lebih dari itu, sistem akan menimbulkan berbagai permasalahan, diantaranya adalah kabel menjadi lebih panjang dan berat, sehingga akan menambah beban daya bagi penggerak ROV, selain itu kabel yang panjang dapat menyebabkan kabel sulit ditangani dan juga akan membatasi manuver ROV. Dengan adanya kabel ini, maka suplai daya dari atas permukaan menjadi tak terbatas, hanya saja jika daya yang ditransfer ke ROV semakin besar, maka diameter kabelpun menjadi besar agar suplai daya listrik dapat berjalan dengan baik, selanjutnya ini akan meningkatkan gaya drag pada kabel.

Biasanya dalam pengoperasiannya sistem ini rnenggunakan kabel dengan lapisan bahan polyurethane sheathed lifting umbilical. Adapun keuntungan sistem Free Swimming adalah adalah sebagai berikut :

  • Murah.
  • Tidak terlalu kompleks.
  • Tidak terlalu berat.
  • Mudah pengoperasian dan pengontrolannya.
    Free Swimming ROV Systems
    Free Swimming ROV Systems

    Free Swimming ROV Systems
    Free Swimming ROV Systems

2. Tether Management System (TMS).

Sistem operasional ROV yang memberikan sistem tambahan yang diletakkan diantara ROV dengan ruang kendali yang ada di atas permukaan laut. Penambahan sistem ini berarti akan meningkatkan biaya investasi. Sistem ini sangat cocok dioperasikan di perairan dalam hingga kedalaman 6000 m.
Sistem TMS (Tether Management System) terdiri dari 2 jenis sistem, yaitu :

  • Garage/cage TMS.
  • Top hat TMS.

Keuntungan TMS :
– Menghilangkan pengaruh gaya drag pada kabel.
– Memberikan perlindungan pada ROV selama peluncuran dan penarikan.
– Meningkatkan kecepatan pergerakan dari dan ke lokasi kerja.
– Mampu hergerak ke tempat kerja dengan tepat.
– Memberikan tempat yang aman untuk tempat pemberhentian ROY di bawah laut.

Tether Management System (TMS)
Tether Management System (TMS)
Tether Management System (TMS)
Tether Management System (TMS)

Garage Tether Management System (TMS).

Untuk operasional di perairan dalam, ROV dapat menggunakan garage TMS. Sistem ini terdiri dari sebuah garage yang menghubungkan ROV dengan ruang kendali yang ada di permukaan, dimana antara ROV dengan garage dihubungkan oleh tether kabel yang disimpan pada winch yang ada di dalam garage, sementara antara garage dengan ruang kontrol dihubungkan dengan umbilical kabel. Fungsi kabel ini selain sebagai kabel pengangkat juga berfungsi sebagai kabel daya dan kabel sinyal. Dalam operasinya garage diturunkan hingga mencapai kedalaman operasional, selanjutnya ROV dikeluarkan dari garage TMS menuju tempat kerja. Pada sebagian besar sistem TMS, kabel di simpan pada winch yang berada di dalam TMS dan kabel ini akan diulur, ketika ROV bergerak menjauh dari TMS. Sistem ini lebih baik dikarenakan garage mampu memberikan perlindungan terhadap kendaraan.

Sistem Free Swimming ini lebih disukai oleh para operator karena kemampuannya untuk mengubah berat garage untuk berbagai tugas yang berbeda. Garage dapat dimodifikasi untuk disesuaikan dengan karakteristik gerakan kapal yang ada dipermukaan dan kondisi lingkungan secara keseluruhan dengan menggunakan thruster yang diletakkan pada kendaraan dan garage TMS. Perusahaan Oceaneering telah mengembangkan sebuah sistem cage dengan thruster untuk pengoperasian arus laut yang tinggi. Mereka telah mengembangkan sistem yang dinamakan vectored orientation system. Sistem yang menggunakan penggabungan cage dan thruster. Thruster diletakkan pada cage dan diintegrasikan dengan gyro compas yang dipasang pada cage. Sistem dikendalikan dengan joystick terpisah dalam ruang kontrol. Cage dapat melakukan manuver dengan bebas atau menyesuaikan dengan gerakan ROV. Thruster didesain dengan cukup kuat tidak hanya mencegah pengaruh gaya drag horizontal pada kendaraan, tetapi juga melindungi cage atau ROV dari struktur rig selama peluncuran dan penarikan dalam arus laut yang tinggi. Ketika diturunkan dan berada pada instalasi bawah laut, VOS (Vectored Orientation System) sistem dipakai untuk menempelkan cage dalam pengoperasian yang secara terus – menerus dimonitor jika diperlukan.

ROV diturunkan hingga ke dasar laut dalam cagenya. Kendaraan tersebut selanjutnya keluar dari cage. ROV dihubungkan ke cage dengan armour fiber untuk komunikasi secara langsung. Komunikasi secara langsung dicapai untuk ROV system dengan menghubungkan kendaraan ke cage dengan kabel fiber optik dan cage ke kapal yang ada di pennukaan dengan kabel daya / komunikasi. Penghubung ini memberikan operator mengontrol kendaraan secara langsung. Menurunnya diameter kabel akan berpengaruh terhadap pengurangan gaya drag. Seperti dinyatakan, cage akan berfungsi sebagai TMS dan gaya – gaya vertikal dapat diabaikan pada penghubung kabel fiber optik yang menghubungkan kendaraan ke cage. Selain itu gaya – gaya horizontal juga diabaikan karena diameter kabel kecil. Kabel tether dipakai berkaitan dengan kendaraan yang diturunkan dari TMS atau sistem cage atau secara langsung dari permukaan ke ROV. TMS atau cage memberikan perlindungan pada ROV ketika melalui udara atau air dan memungkinkan ROV dihubungkan melalui kabel tether dari gerakkan vesel yang ada di permukaan oleh gerakan gelombang.

Garage Tether Management System (TMS)
Garage Tether Management System (TMS)

Perencanaan kabel tether ini harus memperhatikan tingkat fleksibilitas yang tinggi, handal, netral buoyancy, gaya dragnya minimum dan memudahkan manuver bagi ROV. Untuk menghubungkan ROV ke cage, maka dihubungkan dengan kabel fiber optik yang dapat memindahkan sinyal – sinyal komunikasi, ROV rnenggunakan batere pada kapal induk sebagai suplai daya. Dengan fiber optik akan menurunkan diameter tether sehingga dapat mengurangi gaya induksi drag. Dengan TMS atau tempat pemberhentian, maka dapat memperpanjang jangkauan pengoperasian. Alasan digunakannya kabel fiber optik adalah kapasitas bandwidthnya besar, penurunannya rendah, diameter luarya kecil dan bebas dari interferensi. Untuk memperoleh performasi dinamis yang terbaik dan mencegah timbulnya stress pada komponen terluar selama bending, maka semua unit harus di susun secara heliks dengan konstruksi kabel yang dapat berputar penuh 360 derajat.

Garage TMS terdiri dari garage dengan sisi masuk, dibuat dengan ukuran tertentu untuk menampung ukuran ROV yang di pasang. Tinggi garage disesuaikan supaya dapat menampung ROV. Bagian atas dari garage berisi winch dan slip ring atau mekanisme bobin dan bale arm untuk mengontrol spooling tether ROV. Winch pengangkat umbilical digunakan untuk menurunkan garage TMS ke lokasi kerja. Umbilical baja dilewatkan pada sebuah berkas umbilical yang dipasang baik pada frame maupun crane. Selama peluncuran dan penarikan, ROV berada secara arnan dalam TMS dengan mekanisme buka tutup. Setelah mencapai kedalaman operasional yang diperlukan, ROV dapat digerakkan keluar secara aman dari TMS ke tempat kerja dalam radius pengoperasian maksimum dari tether. Pilot yang berada di kapal induk dapat mengatur panjang tether melalui unit kontrol ROV.

Keuntungan garage TMS adalah sebagai berikut :
– Stabilitasnya lebih besar selama peluncuran dan penarikan.
– Lebih mudah dalam pengedokan di bawah laut.
– Kemungkinan rusaknya kabel tether selama pengedokan adalah kecil.
– Mampu berhenti di dasar laut pada kondisi laut tenang.

Top Hat Tether Management System (TMS).

Top Hat Tether Management System (TMS) ini sistem operasionalnya hampir sama dengan sistem operasional garage TMS, tetapi ROV tidak ditempatkan dalam garage, melainkan dihubungkan ke sistem top hat melalui kabel tether menggantung ke bawah. Kabel tether ini di simpan dalam sebuah winch yang berada dalam top hat.
Keuntungan Top Hat TMS adalah sebagai berikut :
– Ruangannya lebih besar.
– Desainnya lebih kompak.

Top Hat Tether Management System (TMS)
Top Hat Tether Management System (TMS)

Read more : Fungsi Remotely Operated Vehicle

1 COMMENT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.