Komponen biaya pada reparasi kapal

3
103
Ship repair component
Ship repair component

Pada proses reparasi di perusahaan dok dan galangan kapal pada umumnya terdapat 3 (tiga) buah komponen biaya dasar, yaitu :

1. Biaya Material Langsung (direct materials).
2. Biaya Tenaga Kerja (direct labor).
3. Biaya Tidak Langsung (overhead).

Dari komponen-komponen biaya tersebut, dua komponen dasar yang pertama, yaitu biaya material langsung (direct materials) dan biaya tenaga kerja langsung (direct labor) jumlahnya merupakan biaya langsung, sedangkan penjumlahan biaya langsung dengan biaya tidak langsung merupakan biaya produksi. Apabila biaya produksi ini ditambah rugi/laba operasi merupakan penjualan hasil produksi.

1. Biaya Material Langsung (Direct Materials)

Biaya material langsung adalah biaya material atau bahan yang secara langsung digunakan dalam proses produksi/reparasi untuk mewujudkan suatu hasil produk yang siap diserahterimakan kepada pemilik kapal/konsumen. Untuk proses reparasi diperusahaan dok dan galangan kapal sebenarnya material langsung dapat dibagi lagi menjadi :

  • Material Pokok.
    Merupakan bahan baku yang diperlukan untuk mewujudkan hasil produksi, antara lain pelat/profil baja, bahan poros, kayu, cat untuk pelindung karat dan cat warna, motor induklbantu, permesinan, katupkatup, pipa, peralatan navigasi, alat keselamatan jiwa dilaut.
  • Material Bantu.
    Merupakan material yang diperlukan untuk memproses material pokok untuk mewujudkan suatu hasil produksi, antara lain : elektroda las, gas oksigen, acetylin cair, karbid, LPG cair, cat/kapur untuk penera.

Dalam praktek terdapat sisa material langsung yang kadang kadang masih dapat digunakan sebagai material bahan langsung suatu hasil produksi Jain dilingkungan perusahaan galangan kapal tersebut, misalnya sisa kayu dari pekerjaan konstruksi badan kapal akan menjadi material langsung untuk pembuatan pasak atau penguat lainnya, kadang-kadang sisa material langsung yang tidak dapat digunakan sebagai material langsung bengkel lain dilingkungan perusahaan tersebut, misalnya kayu yang kecil-kecil masih dapat dipakai sebagai material langsung suatu perusahaan mebel dan kerajinan lainnya disamping penjualan kulit kayu sebagai bahan bakar. Dalam praktek hasil penjualan sisa material seperti ini masih dapat dianggap sebagai pendapatan lain-lain setelah penghapusan sisa
material tersebut.

2. Biaya Tenaga Kerja (Direct Labor)

Biaya tenaga kerja adalah biaya untuk tenaga kerja yang ditempatkan dan didayagunakan dalam menangani kegiatan-kegiatan proses reparasi yang secara integral digunakan untuk menangani semua peralatan/fasilitas reparasi. sehingga proses reparasi dapat terwujud [Usry, 1995) Pada perusahaan galangan kapal yang menganut pengelolaan secara modern, dalam menyelesaikan suatu proses/pekerjaan reparasi, tidak melaksanakan seluruh proses reparasi dengan tenaga kerja sendiri. Sekarang keterkaitan dengan industri lain nyata sekali dalam menyelesaikan suatu proses reparasi dilingkungan perusahaan galangan kapal. Industri-industri tersebut biasanya dinamai industri penunjang industri perkapalan yang dapat menghasilkan

  • Material.
  • Barang jadi atau setengah jadi.
  • Jasa dan atau tenaga kerja

Khusus perusahaan industri jasa atau pemasok tenaga kerja disebut subkontraktor yang mendukung tenaga kerja bagi perusahaan galangan kapal, Sub kontraktor ini dapat dibagi menjadi :

  • Jasa dan atau tenaga kerja yang dapat dikerjakan oleh tenaga kerja langsung perusahaan galangan kapal tersebut, antara lain pekerjaan plat/las, pekerjaaan pipa.

  • Jasa dan atau tenaga kerja yang tidak dapat dikerjakan oleh tenaga kerja langsung perusahaan galangan kapal tersebut, antara laian : pekerjaan ketel, pekerjaan radio.

Sub kontraktor yang mempunyai keahlian dengan jenis pekerjaan yang sama dengan jenis pekerjaan para tenaga kerja langsung perusahaan galangan kapal tersebut, maka biayanya dimasukan pada biaya tenaga kerja langsung. Sedangkan sub kontraktor yang mempunyai keahlian dengan jenis pekerjaaan yang tidak dimiliki oleh para tenaga kerja langsung perusaan galangan kapal tersebut, maka biayanya dimasukan pada biaya tidak langsung. Oleh karena itu biaya tenaga kerja pada perusahaan galangan kapal dapat dibagi menjadi :

1) Biaya tenaga kerja langsung sendiri.
2) Biaya sub kontraktor.

3. Biaya Tidak Langsung (Overhead)

Biaya tidak langsung atau overhead merupakan biaya-biaya material tidak langsung dan tenaga kerja tidak langsung serta biaya-biaya lainnya yang timbul dan diperlukan untuk menunjang keberhasilan penyelesaian proses produksi/reparasi.

Biaya Material Tidak Langsung (Indirect Material Cost)

Adalah biaya material-material yang dipakai untuk menunjang keberhasilan suatu proses reparasi, tetapi tidak menjadi bagian yang integral dari produksi yang dihasilkan, misalnya : biaya bahan bakar untuk motor diesel, biaya tenaga listrik untuk penggerak peralatan/fasilitas produksi dan penerangan, biaya peralatan, biaya keamanan dan kesehatan kerja, biaya material untuk kelancaran kerja misalnya: kapur, cat alat penera, dll.

Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung (Indirect Labor Cost)

Biaya tenaga kerja tidak langsung didayagunakan untuk kegiatan proses produksi, tetapi dipergunakan untuk menunjang keberhasilan dan kelencaran proses produksi, antara lain : biaya tenaga pemasaran, biaya tenaga administrasi atau personalia, biaya tenaga kalkulasi, biaya tenaga pengadaan dan penyimpanan material, biaya tenaga perancangan/persiapan/pengawasan produuksi dan biaya lain-lain.

Biaya-biaya lain yang termasuk pada biaya tidak langsung yang timbul dan yang akan timbul dalam penyelesaian proses reparasi, tetapi yang tidak termasuk pada biaya material tidak langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung , antara lain : biaya pemeliharaan, biaya penyusutan, biaya penelitian dan pengembangan, biaya asuransi, biaya sewa-sewa, biaya pemasaran, biaya modal kerja atau bunga bank.

Biaya Tidak langsung Lainnya

Dilihat dari ketiga jenis biaya diatas, maka biaya tidak langsung lainnya dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu :

Biaya Produksi Tidak Langsung

Adalah biaya material tidak langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung serta biaya-biaya lainnya, yang berkaitan erat dengan keberhasilan proses produksi, atau dengan kata lain biaya produksi tidak langsung adalalah biaya-biaya yang timbul sampai terwujudnya hasil produksi diluar biaya-biaya material langsung dan biaya tenaga kerja langsung.

Yang termasuk biaya produksi tidak langsung adalah biaya pemeliharaan bengkel/peralatan/fasilitas produksi, biaya asuransi, biaya material/tenaga kerja tidak langsung yang diperlukan untuk kelancaran dan keberhasilan proses produksi, biaya penyusutan bengkel/fasilitas/peralatan produksi, biaya tenaga listrik/udara bertekanan/bahan bakar/air tawar yang diguanakan dalam proses produksi.

Biaya Administrasi Tidak Langsung

Adalah biaya pemeliharaan/asuransi/penyusutan dari gudang/peralatan kantor atau administrasi/gudang/perencanaan, pajak, biaya modal kerja, biaya pemasaran, dan lain-lain.

Read more : Teori Desain Kapal; Proses Reparasi Kapal Dengan Metode Quality Function Deployrnent

3 COMMENTS

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.