Ship repair component
Pada proses reparasi di perusahaan dok dan galangan kapal pada umumnya terdapat 3 (tiga) buah komponen biaya dasar, yaitu :
1. Biaya Material Langsung (direct materials).
2. Biaya Tenaga Kerja (direct labor).
3. Biaya Tidak Langsung (overhead).
Dari komponen-komponen biaya tersebut, dua komponen dasar yang pertama, yaitu biaya material langsung (direct materials) dan biaya tenaga kerja langsung (direct labor) jumlahnya merupakan biaya langsung, sedangkan penjumlahan biaya langsung dengan biaya tidak langsung merupakan biaya produksi. Apabila biaya produksi ini ditambah rugi/laba operasi merupakan penjualan hasil produksi.
Biaya material langsung adalah biaya material atau bahan yang secara langsung digunakan dalam proses produksi/reparasi untuk mewujudkan suatu hasil produk yang siap diserahterimakan kepada pemilik kapal/konsumen. Untuk proses reparasi diperusahaan dok dan galangan kapal sebenarnya material langsung dapat dibagi lagi menjadi :
Dalam praktek terdapat sisa material langsung yang kadang kadang masih dapat digunakan sebagai material bahan langsung suatu hasil produksi Jain dilingkungan perusahaan galangan kapal tersebut, misalnya sisa kayu dari pekerjaan konstruksi badan kapal akan menjadi material langsung untuk pembuatan pasak atau penguat lainnya, kadang-kadang sisa material langsung yang tidak dapat digunakan sebagai material langsung bengkel lain dilingkungan perusahaan tersebut, misalnya kayu yang kecil-kecil masih dapat dipakai sebagai material langsung suatu perusahaan mebel dan kerajinan lainnya disamping penjualan kulit kayu sebagai bahan bakar. Dalam praktek hasil penjualan sisa material seperti ini masih dapat dianggap sebagai pendapatan lain-lain setelah penghapusan sisa
material tersebut.
Biaya tenaga kerja adalah biaya untuk tenaga kerja yang ditempatkan dan didayagunakan dalam menangani kegiatan-kegiatan proses reparasi yang secara integral digunakan untuk menangani semua peralatan/fasilitas reparasi. sehingga proses reparasi dapat terwujud [Usry, 1995) Pada perusahaan galangan kapal yang menganut pengelolaan secara modern, dalam menyelesaikan suatu proses/pekerjaan reparasi, tidak melaksanakan seluruh proses reparasi dengan tenaga kerja sendiri. Sekarang keterkaitan dengan industri lain nyata sekali dalam menyelesaikan suatu proses reparasi dilingkungan perusahaan galangan kapal. Industri-industri tersebut biasanya dinamai industri penunjang industri perkapalan yang dapat menghasilkan
Khusus perusahaan industri jasa atau pemasok tenaga kerja disebut subkontraktor yang mendukung tenaga kerja bagi perusahaan galangan kapal, Sub kontraktor ini dapat dibagi menjadi :
Jasa dan atau tenaga kerja yang dapat dikerjakan oleh tenaga kerja langsung perusahaan galangan kapal tersebut, antara lain pekerjaan plat/las, pekerjaaan pipa.
Jasa dan atau tenaga kerja yang tidak dapat dikerjakan oleh tenaga kerja langsung perusahaan galangan kapal tersebut, antara laian : pekerjaan ketel, pekerjaan radio.
Sub kontraktor yang mempunyai keahlian dengan jenis pekerjaan yang sama dengan jenis pekerjaan para tenaga kerja langsung perusahaan galangan kapal tersebut, maka biayanya dimasukan pada biaya tenaga kerja langsung. Sedangkan sub kontraktor yang mempunyai keahlian dengan jenis pekerjaaan yang tidak dimiliki oleh para tenaga kerja langsung perusaan galangan kapal tersebut, maka biayanya dimasukan pada biaya tidak langsung. Oleh karena itu biaya tenaga kerja pada perusahaan galangan kapal dapat dibagi menjadi :
1) Biaya tenaga kerja langsung sendiri.
2) Biaya sub kontraktor.
Biaya tidak langsung atau overhead merupakan biaya-biaya material tidak langsung dan tenaga kerja tidak langsung serta biaya-biaya lainnya yang timbul dan diperlukan untuk menunjang keberhasilan penyelesaian proses produksi/reparasi.
Biaya Material Tidak Langsung (Indirect Material Cost)
Adalah biaya material-material yang dipakai untuk menunjang keberhasilan suatu proses reparasi, tetapi tidak menjadi bagian yang integral dari produksi yang dihasilkan, misalnya : biaya bahan bakar untuk motor diesel, biaya tenaga listrik untuk penggerak peralatan/fasilitas produksi dan penerangan, biaya peralatan, biaya keamanan dan kesehatan kerja, biaya material untuk kelancaran kerja misalnya: kapur, cat alat penera, dll.
Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung (Indirect Labor Cost)
Biaya tenaga kerja tidak langsung didayagunakan untuk kegiatan proses produksi, tetapi dipergunakan untuk menunjang keberhasilan dan kelencaran proses produksi, antara lain : biaya tenaga pemasaran, biaya tenaga administrasi atau personalia, biaya tenaga kalkulasi, biaya tenaga pengadaan dan penyimpanan material, biaya tenaga perancangan/persiapan/pengawasan produuksi dan biaya lain-lain.
Biaya-biaya lain yang termasuk pada biaya tidak langsung yang timbul dan yang akan timbul dalam penyelesaian proses reparasi, tetapi yang tidak termasuk pada biaya material tidak langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung , antara lain : biaya pemeliharaan, biaya penyusutan, biaya penelitian dan pengembangan, biaya asuransi, biaya sewa-sewa, biaya pemasaran, biaya modal kerja atau bunga bank.
Biaya Tidak langsung Lainnya
Dilihat dari ketiga jenis biaya diatas, maka biaya tidak langsung lainnya dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu :
Biaya Produksi Tidak Langsung
Adalah biaya material tidak langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung serta biaya-biaya lainnya, yang berkaitan erat dengan keberhasilan proses produksi, atau dengan kata lain biaya produksi tidak langsung adalalah biaya-biaya yang timbul sampai terwujudnya hasil produksi diluar biaya-biaya material langsung dan biaya tenaga kerja langsung.
Yang termasuk biaya produksi tidak langsung adalah biaya pemeliharaan bengkel/peralatan/fasilitas produksi, biaya asuransi, biaya material/tenaga kerja tidak langsung yang diperlukan untuk kelancaran dan keberhasilan proses produksi, biaya penyusutan bengkel/fasilitas/peralatan produksi, biaya tenaga listrik/udara bertekanan/bahan bakar/air tawar yang diguanakan dalam proses produksi.
Biaya Administrasi Tidak Langsung
Adalah biaya pemeliharaan/asuransi/penyusutan dari gudang/peralatan kantor atau administrasi/gudang/perencanaan, pajak, biaya modal kerja, biaya pemasaran, dan lain-lain.
Read more :
Rheonik Fuel Consumption For Marine Application, Rheonik Coriolis mass flow meters have been used for…
Coriolis Mass Flow Meters For Marine Fuel Consumption Application, Rheonik Coriolis mass flow meters have…
In commercial shipping, now more than ever, fuel consumption measurements are an important part of…
In commercial shipping, now more than ever, fuel consumption measurements are an important part of…
Mengukur konsumsi bahan bakar di sebuah mesin atau engine, disini kita melihat penjelasan bagaimana bahan…
Mengukur Konsumsi Bahan Bakar di Kapal Dengan Fluidwell Tipe F127 Mengukur konsumsi bahan bakar di…
This website uses cookies.
View Comments