Deteksi kerusakan pelat kapal

0
59
Deteksi kerusakan pelat kapal
Deteksi kerusakan pelat kapal

Deteksi kerusakan pelat

NoJenis perusahaanCara mengetahuiCara perbaikan
1Pengurangan tebal pelatNDT – Ultrasonic Test1. Pergantian pelat setempat
2. Pergantian satu lajur pelat
2Kerusakan sambungan las1. Pelat dengan pelat – uji kekedapan1. Pembongkaran las dan dilakukan pengelasan kembali serta dilakukan tes kekedapan.
2. Pelat dengan balok konstruksi – pengamatan langsung2. Pembongkaran las dan dilakukan pengelasan kembali serta dilakukan pengujian ukuran sambungan las
3Retak permukaan pelatPengujian dengan metode : minyak dan kapurPembuatan alur las dan pengelasan pelat
4Lekuk dan gelombang pelatMistar pengukur1. Pelurusan setempat
2. Pemotongan setempat, perbaikan di bengkel dan pemasangan kembali.
3. Penggantian dengan pelat baru

Cara mendeteksi kerusakan dan dasar perbaikan

A. Pengurangan tebal pelat.

Pada kapal terjadi juga korosi seperti juga manusia pun perlu mengalami general check up untuk memastikan kondisi. karena itu diperlukan pengukuran ketebalan dan toleransi korosi untuk laik jalan. Ketebalan pelat konstruksi harus dicek dengan pengukuran dan untuk menetapkan apakah nilainya ditetapkan dalam peraturan konstruksi dipenuhi dengan memperhitungkan toleransi yang diijinkan. Pengukuran oleh pihak ketiga yang diberi wewenang BKI. Mengenai lingkup pengukuran untuk pembaruan kelas II dan seterusnya ketebalan pelat diukur dari lambung utama (memanjang dan melintang) yang penting, jumlah pengukuran disesuaikan kondisi perawatan kapal dan sesuai penilaian surveyor. Persyaratan minimum disesuaikan dengan tabel umur kapal dan masing-masing pengukuran ketebalan menentukan tingkat korosi yang umum harus dilaksanakan. Begitu juga pengukuran pada tangki ballast. Sedangkan untuk toleransi korosi dan keausan, Jika hasil pengukuran ketebalan dibawah nilai toleransi, maka nilai yang tercantum dijadikan sebagai nilai pegangan. Pengurangan modulus penampung tengah kapal yang diijinkan maksimum 10% Pengurangan permukaan yang luas dari tebal pelat dan pelat bilah profil yang diizinkan maksimum. Batas pengurangan ketebalan setempat yang diijinkan adalah 0,21. Pada tangki ballast dengan geladak cuaca sebagai cuaca geladak tangki.

Tabel keausan max yang diijinkan terhadap ketebalan pelat

No.Macam lajur pelatKeausan max yang diijinkan terhadap ketebalan pelat yang disetujui klasifikasi pada keadaan baru
1.Pelat kulit lambung : pelat lunas (keel plate), pelat dasar (bottom plate), dan pelat lajur bilga (bilge plate)20%
2.Pelat kulit alas dalam (tank top) : pelat tepi (margin plate), pelat alas dalam20%

Deteksi kerusakan pengurangan tebal pelat

1. Palu percobaan atau test hammer

Cara paling sederhana untuk menentukan ketebalan pelat kulit atau balok konstruksi badan kapal adalah dengan palu percobaan yang terdiri dari dua ujung. Ujung yang runcing digunakan untuk menghilangkan karat, kotoran, cat yang melekat pada pelat kulit atau balok konstruksi, yang tumpul digunakan untuk memilih tempat yang paling tipis akibat pengkaratan atau keausan. Tinggi rendahnya nada getaran yang ditimbulkan oleh plat kulit akibat dipukul oleh palu percobaan menunjukkan tingkat ketebalan plat, makin tinggi nada getaran makin tipis plat tersebut.

2. Lubang percobaan atau test hole

Caranya dengan melubangi untuk menunjukkan ketebalan plat kulit. Dengan pertolongan las potong asitilene atau dengan dibor yang dinamakan lubang percobaan atau test hole. Setelah dilubangi barulah diukur ketebalannya dengan alat pengukur khusus yang terdiri atas 2 mistar yang dapat bergeser satu sama lain. Kekedapan air dari plat kulit dilakukan dengan menuntup kembali lubang percobaan dengan baut tap kemudian dilas dengan las listrik. Kekurangannya terdapat cacat permukaan yang terdiri dari tonjolan baut tap.

3. Linier dial gauges

Caranya socket yang digunakan untuk menentukan kedalaman keausan, tumpuan dengan baut penahan geser batang penunjuk digunakan untuk mengukur ketebalan. Penunujuk indicator ditempatkan sesuai dengan jarum penunujuk dan socket ditempatkan sesuai dengan ujung atas dari indicator penunjuk sehingga titik tersebut bertepatan dengan titik penunjuk.

4. Ultrasonic test

Test ini dapat mengukur ketebalan plat kulit hanya dari satu sisi saja. Pelat yang diukur digerinda terlebih dahulu, setelah itu diberi lemak atau vet. SE-probe dari alat ukur ultrasonic dilekatkan pada permukaan plat kulit yang mengeluarkan getaran ultrasonic dan menembus ketebalan plat kulit sampai sisi yang lain dan dipantulkan kembali menuju SE-probe sebagai gema. Dengan diketahui kecepatan getaran, maka waktu getaran ultrasonic yang diterima kembali oleh SE-probe tersebut akan menunjukkan ketebalan plat kulit konstruksi yang diukur. Keuntungannya adalah tidak menimbulkan cacat dan tonjolan pada plat kulit serta mudah dan cepat dilakukan.

B. Lekuk dan gelombang pelat

Lekuk dan gelombang merupakan salah satu akibat dari deformasi pada pelat kulit alas. Lekuk merupakan melenturnya pelat bersama-sama balok kontruksinya yang ditandai dengan luas lekukan dan besarnya lenturan pada lekukan yang paling dalam. Gelombang (corrugation) merupakan melenturnya pelat antara dua balok kontruksinya, ditandai dengan besarnya lenturan antara dua balok kontruksi tersebut. Sesuai peraturan klasifikasi, lekuk dan gelombang harus dihilangkan, termasuk kerusakan pada kekedapan kampuh pada pengelasan. Untuk memperbaiki dan menghilangkan kerusakan pelat sampai pada survey pengedokan yang akan datang, masih diijinkan apabila lekuknya di anggap landau dimana besarnya lenturan tidak lebih dari 20% jarak gading (frame spacing) dan perbandingan besarnya lenturan dengan panjangnya lenturan tidak lebih dari 1:20.

a. Deteksi Kerusakan

Metode untuk mengetahui keretakan dengan mata telanjang untuk melihat apakah ada pelat yang bengkok atau berada pada posisi yang tidak semestinya. Dengan cara meletakkan pelat yang berlekuk secara horizontal, kemudian bagian atasnya ditutup dengan papan/ kayu dan mulai mengukur kedalaman lekukan tersebut dengan meletakkan penggaris/ mistar secara vertical dari atas sampai ke kedalaman lekukan tadi. Deformasi pada pelat kulit kapal antara lain :

Lekuk (dented), lekuk merupakan melenturnya pelat bersama-sama balok konstruksinya yang ditandai dengan luas lekukan dan besarnya lenturan pada lekukan yang paling dalam. Kelekukan pelat bersama profil, akan mengakibatkan kerusakan pada sambungan las.

Gelombang (corrugation), melenturnya pelat antara dua balok balok konstruksinya, ditandai dengan besarnya lenturan antara dua balok konstruksi tersebut. Batasan untuk lekuk dan gelombang pada plat pada BKI (Biro Klasifikasi Indonesia).

b. Dasar-dasar pemeliharaan lekuk dan gelombang pada pelat

Sesuai ketentuan klasifikasi, lekuk dan gelombang pelat harus diperbaiki dan dihilangkan, termasuk kerusakan kekedapan pada kampuh pengelasan. Untuk memperbaiki dan menghilangkan kerusakan pelat sampai pada survey pengedokan yang akan datang, masih diijinkan apabila lekuknya diangggap landau dimana besarnya lenturan tidak lebih dari 20% jarak gading (frame spacing) dan perbandingan besarnya lenturan dengan panjangnya lenturan tidak lebih dari 1: 20. Gelombang pelat diijinkan diperbaiki dan dihilangkan apabila lenturannya tidak lebih dari 5x ketebalan pelat dan perbandingan antara besarnya lenturan dengan jarak gading tidak lebih dari 1:20. Lekuk dan gelombang yang terjadi pada pelat badan kapal biasanya bukaan kulit kapal (lambung, geladak dan dinding sekat) yang ditentukan lokasi, luas dan besar lenturannya.

c. Reparasi lekuk dan gelombang

Lajur pelat kulit yang mengalami lenturan dapat dikembalikan. Apabila besarnya lenturan tidak melebihi ketentuan yaitu 5 kali tebal pelat yang melentur. Fooler gauge merupakan alat ukur untuk mengetahui besar kelengkungan pelat.

Meluruskan pelat kulit yang melentur dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Dengan cara pemukulan : Pelat yang akan dipukul harus diberi pengalas dari kayu. Hal ini bertujuan agar pada lajur pelat kulit tidak akan terdapat cacat-cacat baru akhibat pukulan. Pemukulan disisni dari arah yang berlawanandengan arah lenturan.

Dengan cara penekanan (dengan pertolongan hydrolic jack) : Pertama-tama kita pasangkan balok penahan yang dilaskan pada gading-gading (frame) dan selanjutnya hydrolic dipasangkan. Pada daerah yang melentur diberi pengalas dari pelat, hal inibertujuan untuk memperluas daerah penekanan. Untuk mempercepat pekerjaan ini bersamaan dengan penekanan hydrolic pada daerah pelat yang melentur dipanaskan dengan brander.

Dengan cara baut penarik (dongkrak ulir) : Pertama-tama baut penarik dilaskan pada pelat yang melentur tepat ditengah-tengah nyadan selanjutnya dipasangkan balok penahan yang kakinya diletakkan tepat pada gading-gading (frame), dan murnya kita pasangkan pada baut penarik tersebut. Dengan mengerasi murnya, maka pelat yang melentur akan tertarik. Cara ini kurang baik karena pada pelat kulit terdapat bekas las-lasan baut penarik, sehingga menimbulkan cacat baru. 

Cara-cara meluruskan pelat kulit yang melentur diatas apabila keadaan balok-balok utamanya tidak mengalami kebengkokan atau deformasi. Apabila balok-balok utamanya mengalami kebengkokan pula atau lenturan pelat ini dialami pada daerah yang luas akibat benturan atau kandas. Hal ini apabila pelat kulit balok-baloknya masih dalam keadaan baik, maka perbaikannya dapat dilakukan dengan memotong dengan brander potong dan diluruskan di bengkel dengan mesinpress. Untuk memperoleh bentuk seperti semula perlu dibuatkan mal (model) dengan mengambil bentuk lambung sebelahnya yang segaris (segading). Dalam pekerjaan ini harus diperhatikan pemotongan balok-baloknya (misalnya gading-gading) tidak boleh segading pemotongannya dengan pemotong pelat kulit, sedang pemotong balok-balok yang berdekatan juga tidak boleh segaris. Setelah pelat yang melengkung bersama-sama baloknya diluruskan di bengkel dengan mesin press, kemudian dipasangkan kembali di badan kapal yang berlubang dengan ketentuan yang berlaku.

Balok konstruksi yang mengalami benturan dilakukan penggantian setempat dengan profil yang berdimensi serupa. Pengelasaan gading-gading dan senta didahulukan sebelum pengelasan pelat.

Reparasi pada pelat yang melentur / bergelombang ditentukan berdasarkan besar dan kedalamannya. Bilamana kedalaman lenturan melebihi jarak gading dan 5 kali tebal pelat setempat, dan perbandingan antara kedalaman lenturan dengan panjang lenturan melebihi 1:20 maka area setempat diganti pelat baru.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.