Aturan pengoperasian Sistem Inert Gas

0
558

Aturan pengoperasian Sistem Inert Gas

Untuk kapal tanker yang dilengkapi dengan sistem inert gas dengan gas buang, pemakaian inert gas dilakukan selama waktu pemuatan, saat berjalan, bongkar muat, pembersihan tangki dan pembersihan sebelum mengeluarkan gas.

Untuk kapal tanker kimia, pemakaian inert gas dilakukan setelah pemuatan tanki, tetapi belum dilakukan pembongkaran (berlaku jika menggunakan nitrogen) dan akan terus diterapkan hingga tangki kargo bersih dari gas yang mudah terbakar.

Kandungan oksigen setelah dilakukan proses inert gas turun hingga 8% – 5% pada sistem baru.

Gas buang hanya mengandung kurang dari 5% oksigen, memenuhi syarat IMO (International Maritime Organization) untuk digunakan sebagai gas lembam. Gas buang tidak memerlukan pengolahan lebih lanjut.

Jika gas buang dari boiler tidak ada, generator inert gas bisa digunakan untuk membakar MDO (Marine Diesel Oil) atau HFO (Heavy Fuel Oil) untuk menghasilkan gas lembam dengan kandungan oksigen 2% – 4%. Gas perlu dibersihkan dan didinginkan.

Beberapa kapal memiliki kedua sumber gas lembam, yaitu boiler dan generator inert gas, dan dioperasikan sesuai kondisi dan kebutuhan.

Pilihan lain adalah penggunaan gas nitrogen sebagai gas lembam, nitrogen dapat dibuat dengan menggunakan generator nitrogen. Generator nitrogen memproses menggunakan udara bertekanan yang disekat dengan membran yang memisahkan okesigen dan nitriogen (sebagai komponen utama udara).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.