Home Inert Gas System Aturan pengoperasian Sistem Inert Gas

Aturan pengoperasian Sistem Inert Gas

- Advertisement -

Aturan pengoperasian Sistem Inert Gas

Untuk kapal tanker yang dilengkapi dengan sistem inert gas dengan gas buang, pemakaian inert gas dilakukan selama waktu pemuatan, saat berjalan, bongkar muat, pembersihan tangki dan pembersihan sebelum mengeluarkan gas.

Untuk kapal tanker kimia, pemakaian inert gas dilakukan setelah pemuatan tanki, tetapi belum dilakukan pembongkaran (berlaku jika menggunakan nitrogen) dan akan terus diterapkan hingga tangki kargo bersih dari gas yang mudah terbakar.

Kandungan oksigen setelah dilakukan proses inert gas turun hingga 8% – 5% pada sistem baru.

Gas buang hanya mengandung kurang dari 5% oksigen, memenuhi syarat IMO (International Maritime Organization) untuk digunakan sebagai gas lembam. Gas buang tidak memerlukan pengolahan lebih lanjut.

Jika gas buang dari boiler tidak ada, generator inert gas bisa digunakan untuk membakar MDO (Marine Diesel Oil) atau HFO (Heavy Fuel Oil) untuk menghasilkan gas lembam dengan kandungan oksigen 2% – 4%. Gas perlu dibersihkan dan didinginkan.

Beberapa kapal memiliki kedua sumber gas lembam, yaitu boiler dan generator inert gas, dan dioperasikan sesuai kondisi dan kebutuhan.

Pilihan lain adalah penggunaan gas nitrogen sebagai gas lembam, nitrogen dapat dibuat dengan menggunakan generator nitrogen. Generator nitrogen memproses menggunakan udara bertekanan yang disekat dengan membran yang memisahkan okesigen dan nitriogen (sebagai komponen utama udara).

- Advertisement -
Indonesia Marine Equipmenthttp://inameqhome.wordpress.com
INAMEQ is provide all marine product (equipment and sparepart) and news about marine product to help procurement team at shipping industry, ship contractor, port contractor and oil gas company finding competitive price to directly connect with manufacturer and authorized local and international.
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

Speed Sensor Noris Automation For Ship Application

Non-contacting multi-channel speed sensor, Hall principleFA54Robust and high quality housing: IP68 pressure-tight. Excellent vibration and shock resistance. ...
- Advertisement -

Speed Sensor For Ship Application

Non-contacting multi-channel speed sensor, Hall principleFA54Robust and high quality housing: IP68 pressure-tight. Excellent vibration and shock resistance. ...

Escher Wyss Controllable Pitch Propellers

Escher Wyss Controllable Pitch Propellers (CPP), provided by ANDRITZ Hydro, deliver outstanding performance for naval and Coast Guard vessels, mega yachts, and many other...

Cara pemakaian kayu pokhout untuk kapal

Bantalan poros propeller yang biasa dipakai di kapal umumnya terdiri atas tiga macam yaitu bantalan poros propeller yang terbuat dari karet, white metal (besi...

Related News

Speed Sensor Noris Automation For Ship Application

Non-contacting multi-channel speed sensor, Hall principleFA54Robust and high quality housing: IP68 pressure-tight. Excellent vibration and shock resistance. ...

Speed Sensor For Ship Application

Non-contacting multi-channel speed sensor, Hall principleFA54Robust and high quality housing: IP68 pressure-tight. Excellent vibration and shock resistance. ...

Escher Wyss Controllable Pitch Propellers

Escher Wyss Controllable Pitch Propellers (CPP), provided by ANDRITZ Hydro, deliver outstanding performance for naval and Coast Guard vessels, mega yachts, and many other...

Cara pemakaian kayu pokhout untuk kapal

Bantalan poros propeller yang biasa dipakai di kapal umumnya terdiri atas tiga macam yaitu bantalan poros propeller yang terbuat dari karet, white metal (besi...

Aplikasi pemakaian kayu pokhout di kapal

Bantalan poros propeller yang biasa dipakai di kapal umumnya terdiri atas tiga macam yaitu bantalan poros propeller yang terbuat dari karet, white metal (besi...
- Advertisement -

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.