Sejarah adopsi listrik AC

Listrik AC di Kapal

Sejarah adopsi listrik AC
Sejarah adopsi listrik AC

Jika kita kembali melihat ke sejarahnya, proses adopsi listrik AC sebagai alat untuk mentransmisikan energi ini bukan terjadi tanpa hambatan. Ketika listrik baru saja ditemukan (untuk transmisi energi), ada dua perusahaan yang menjadi pemain utama dalam bisnis ini. Perusahaan yang pertama adalah Edison Electric Light Company (sekarang menjadi General Electric), perusahaan milik Thomas Alva Edison. Perusahaan yang satu lagi adalah Westinghouse Electric Company, perusahaan milik George Westinghouse yang saat itu dibantu oleh Nicola Tesla.

Nicola Tesla adalah seorang jenius, penemu berbagai aplikasi yang berkaitan dengan listrik. Sebut saja lampu neon, remote control, dan masih banyak lainnya. Banyak penemuannya yang baru terasa kegunaannya puluhan tahun kemudian. Saking jeniusnya, banyak yang memitoskan Nikola Tesla. Sebagian rancangan temuannya disembunyikan oleh pemerintah AS karena takut ditemukan pihak musuh (Jerman saat itu). Bahkan Hollywood pernah memakai namanya untuk suatu penemuan mesin listrik pengcopy mahkluk hidup dalam film “The Prestige”.

Edison Electric Light Company saat itu mengusung listrik DC, sedangkan Wistinghouse Electric Company mengusung listrik AC. Persaingan bisnis antara keduanya terjadi sangat sengit sehingga ahli sejarah menyebut ini sebagai “The War of Currents”.

Pada akhir tahun 1870an, setelah lampu ditemukan, permintaan masyarakat terhadap listrik ke rumah-rumah dan ke lokasi bisnis jadi meningkat tajam. Beberapa diantaranya dipasang dengan listrik AC. Kemudian pada tahun 1882, Edison memperkenalkan listrik DC bertegangan rendah yang didesain untuk tempat-tempat usaha dan perumahan. Pada tahun 1886, Westinghouse mulai membuat sistem listrik AC yang menggunakan transformator untuk menaik-turunkan tegangan untuk transmisi jarak jauh.

Sistemnya Westinghouse ini mirip dengan yang gue jelaskan di atas. Untuk melakukan transmisi jarak jauh, tegangan dinaikan terlebih dahulu dengan menggunakan transformator (sehingga arusnya kecil dan energy loss-nya juga kecil), kemudian ketika sampai di perumahan, tegangannya bisa diturunkan kembali. Karena sistem ini sangat efisien, beberapa perusahaan mulai mengadopsi sistem yang diperkenalkan oleh Westinghouse ini. Berbatai proyek pemasangan listrik akhirnya lebih memilih sistem listrik AC ini karena lebih efisien.

Kubu listrik DC tentu tidak mau kalah dengan “peperangan” ini, sehingga mereka mulai menyerukan propaganda bahwa listrik AC ini berbahaya. Alasannya adalah karena pada proses transmisinya, listrik AC ini menggunakan tegangan yang sangat tinggi. Kubu listrik DC mengatakan bahwa meskipun sistemnya kurang efisien, tapi ini jauh lebih aman karena tidak menggunakan tegangan tinggi. Argumen ini ada benarnya sebenarnya, tapi cara mereka melakukan propaganda kadang kelewatan juga. Salah satu propaganda yang dilakukan adalah dengan menyetrum hewan-hewan seperti anjing dan kuda dengan menggunakan listrik AC sampai hewan tersebut mati.

Meskipun sebenarnya propaganda-propaganda ini lumayan berhasil membuat orang percaya bahwa listrik AC itu berbahaya, tapi ini tidak berhasil menggagalkan proyek-proyek instalasi listrik AC. Pada akhirnya, listrik AC ini tetap dipakai di mana-mana, namun dengan sistem keamanan yang diperketat untuk menghindari kecelakaan. Perusahaan milik Edison pun akhirnya mengalah dan mulai mengadopsi listrik AC. Semenjak saat itulah sistem kelistrikan yang dipasang di mana-mana menggunakan sistem listrik AC.

Ketika sistem listrik AC dipakai di mana-mana, perusahaan pembuat piranti elektronik pun akhirnya menggunakan sistem listrik AC untuk menyalakannya. Coba aja lihat saja piranti elektronik di sekitar kita, mulai dari TV, komputer, charger HP, laptop, kulkas, dispenser, dan sebagainya, semua menggunakan colokan listrik AC kan? Karena semua menggunakan sistem listrik AC, akhirnya ketika ada daerah yang baru dipasang listrik, udah nggak mungkin lagi di sana dipasang sistem listrik DC. Karena itu akan membuat berbagai piranti elektronik yang biasa dipakai jadi nggak bisa dipakai.

About Indonesia Marine Equipment 872 Articles
INAMEQ is provide all marine product (equipment and sparepart) and news about marine product to help procurement team at shipping industry, ship contractor, port contractor and oil gas company finding competitive price to directly connect with manufacturer and authorized local and international.

Be the first to comment

Leave a Reply