Alat keselamatan dewi-dewi (davits) di kapal

0
257
Alat keselamatan dewi-dewi (davits) di kapal
Alat keselamatan dewi-dewi (davits) di kapal

Alat keselamatan yang sering kita jumpain di kapal dewi-dewi (davits) adalah alat untuk meluncurkan sekoci dari kapal ke air, ditinjau dari cara kerjanya dapat dibagi 3 bagian yaitu :

1. Dewi-dewi dengan sistim berputar (radial).
2. Dewi-dewi dengan sistim menuang / brengsel (luffing davits).
3. Dewi-dewi dengan sistim gravitasi (gravity davits).

Dibawah ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis dewi-dewi di kapal :

1. Dewi-dewi dengan sistem menuang.

Sistem peralatan keselamatan dewi-dewi (davits) untuk sekoci penolong kapal pelayaran samudera biasanya mempergunakan dewi-dewi dengan sistem manuang atau berengsel (luffing davits) atau dengan sistem gravitasi atau kombinasi antara kedua system itu.

Dalam pembuatannya dewi-dewi ini terdapat bermacam-macam jenis diantaranya :

* Dewi-dewi berengsel adalah dewi yang dapat digerakkan dalam arah melintang kapal oleh sebuah gaya mekanis.

* Dewi-dewi gaya berat (gravitasi) adalah dewi-dewi yang digerakkan melintangnya diperoleh karena dari gaya berat.

Kombinasi dari kedua sistem (definisi) itu sering pula digunakan. Adapun keuntungan dewi-dewi sistem menuang jika dibandingkan dengan dewi-dewi sistem berputar (radial) adalah :

* Dapat mengerem sendiri artinya mudah dapat dikuasai.

* Tidak terdapat kesukaran yang berarti untuk menurunkan sekoci pada sisi sebelah atas pada waktu kapal miring 150 Sistem dewi-dewi bergerak dibedakan atas 2 bagian :

* Dewi-dewi (davits) berengsel dengan titik putar yang tetap.

* Dewi-dewi (davits) berengsel dengan titik putar yang berpindah-pindah (biasanya dilengkapi dengan kwadrant).

Dewi-dewi dengan system ini dipasang dimuka dan belakang sekocinya. Jadi titik gantungnya dari sekoci-sekoci itu terletak pada ujungujungnya, sehingga dapat menimbulkan momen lengkung apabila sekoci itu tergantung pada takelnya. Disamping itu karena penempatan dewi-dewi itu dibelakang dan dimuka sekoci maka memakan banyak tempat, sehingga pada kapal-kapal penumpang yang membutuhkan banyak sekoci-sekoci penolong, akan menimbulkan kesukaran. Kerugian-kerugian tersebut di atas dapat diatasi oleh dewi-dewi yang dibuat melengkung.

2. Dewi-dewi dengan sistem berputar (radial).

Peralatan keselamatan dewi-dewi (davits) dengan sistem radial ini konstruksinya sederhana, dan umumnya digunakan untuk menurunkan sekoci kerja, sekoci untuk melayani tali-tali dan sebagainya.

Karena sekoci kerja tidak memerlukan waktu tergesa-gesa, dipereratkan hanya pada waktu tertentu saja.

Sistem dewi-dewi (davits) jenis ini dibagian atasnya melengkung terbuat dari ebsi yang tak berongga (pejal) yang berputar keliling porosnya sendiri. Arah tiang dewi-dewi satu dengan yang lainnya lebih pendek dari yang sekoci, sehingga untuk mengeluarkan sekocinya harus digerakkan yang bergantian (zig-zag) terlebih dahulu, dengan jalan memutar dewi-dewi mengelilingi sumbunya.

Bagian belakang diputar dahulu kekanan sehingga bagian depan bergerak sedikit ke dalam mengikuti gerakan bagian belakang bawah bagian belakang keluar maka bagian depan keluar mengikuti bagian belakang. Hal ini mudah dilakukan apabila kapal tidak dalam keadaan miring. Untuk mengencangkan pada kedudukan tertentu, maka mengkapi degan takel ganda atau takel mata tiga.

3. Dewi-dewi dengan sistem gravitasi.

Gerakan melintang dari dewi-dewi system ini dilakuan karena kerjanya dari gaya berat sekocinya sendiri. Setelah penahan (stopper) dilepas sehingga dewi-dewi dan sekocinya menjadi bebas, sehingga dengan berat sekocinya meluncur kebawah dan menggerakkan dewi-dewi, melintang keluar dari lambung kapal.
Pengangkatan sekodi dilakukan secara mekanis, dengan pertolongan sebuah electromotor yang tak digunakan sewaktu peluncuran. Kopeling antara motor dan trool kawat diatur sedemikian rupa, hingga otomatis dapat terlepas sendiri setelah motornya berhenti.
Apabila diperlukan maka sekoci itu segera dapat diturunkan kembali. Pemakaian dewi-dewi di kapal pada prinsipnya dapat dikategorikan sebagai berikut :

* Untuk 2¼ tons (2300 kg) dipergunakan luffing atau grafity davits dalam kondisi menggantung keluar tanpa penumpang (turning out condition).

* Untuk sekoci penolong yang beratnya diatas 2 ¼ tons (2300 kg) dipergunakan gravity davits pada kondisi –kondisi menggantung keluar tanpa penumpang (turning out condition).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.